Kamis, 11 Oktober 2012

its like ''Malaikat'' berSayap sesungguhnya. "BIRDWATCHING''

               Indonesia kaya akan flora dan fauna, sehingga banyak kegiatan atau hobi yang memanfaatkan kekayaan flora dan fauna ini. Salah satunya adalah Birdwatching. Birdwatching dalam arti sederhananya adalah melihat keindahan warna warni burung, menikmati kicauannya dan mempelajari sifat-sifat dari setiap spesies, dengan tujuan tidak lain untuk konservasi.
               Tanggal 29 September 2012 kemarin ''Kepak Sayap'' Mipa UNS mengadakan Latihan Dasar Birdwatching diTaman Hutan Raya Ngargoyoso. Kepak sayap adalah kelompok studi yang ada di MIPA UNS yang memberikan ruang pada mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian burung. kegiatan  Latsar yang diagendakan kepak sayap ini menekankan tentang etika birdwatching, karena memang kegiatan ini masih banyak diikuti oleh orang orang yang masih awam tentang birdwatching khususnya saya sendiri.


               Kegiatan ini diawali dengan sharing dan pembekalan cara-cara birdwatching dengan senior mas andika yang dulu pernah menjabat di Kepak Sayap juga.Perlengkapan yang perlu dibawa adalah
1. Binokuler/monokuler
2. Buku catatan
3. Buku identifikasi burung
             Selanjutnya sekitar pukul 15.00 wib mulai pengamatan burung dan dibagi menjadi 3 kelompok. Saya mendapat bagian kanan dari aula Tahura naik keatas, Ditahura ini di dominasi oleh tumbuhan pinus.Kelompok kami berjalan mengendap untuk tidak mengganggu aktivitas burung, sebagian dari kami juga sering menirukan suara burung. Pada pengamatan sore tersebut tidak banyak burung yang bisa dilihat burung pertama yang dilihat adalah Srigunting. Memang pada sore itu burung yang dijumpai kebanyakan adalah srigunting, kutilang dan walet gunung.

            Malam harinya kami mendiskusikan burung yang kita amati pada sore itu, ternyata masih banyak etika birdwatching yang kurang dipahami seperti menirukan suara burung yang kurang pas, tertawa dengan keras, memakai pakaian yang mencolok, bahkan masih suka berteriak untuk memanggil teman kelompok lain yang jauh dari wilayah pengamatan kami(Big Cooooo*aaaaa!!!!!). Sehingga mungkin menyebabkan terganggunya burung-burung. Evaluasi yang lain adalah kami tidak mencatat populasi burung yang kita temukan dan tidak menSketsnya.hhhhmmmm...masih terlalu awam memang..
           Sebenernya gimana sih tips birdwatching yang bener???..menurut buku MacKinnon (kitabnya Birdwatchers..)seperti ini nih :
1. Mengenakan pakaian yang tidak mencolok,misal warna hijau tua, atau hitam agar tidak mengganggu aktivitas burung.Hindari warna putih (malah saya pake kaos warna putih..errrrrrrr -_- )
2.  Menggunakan sepatu atau sandal gunung yang safety. Kenakan pula kaos kaki karena di hutan hujan tropis lembab dan banyak pacet biasanya.
3. Kelembaban hutan hujan tropis akan menyebabkan masalah pada binokuler, kamera dan kacamata. Simpan barang tersebut pada plastik dengan dibungkus kain atau kertas kering.(kacamata burhan sama revo sering2 di lap aja ya....^_^)
4. Pada saat pengamatan burung lakukan perjalanan yang lambat, berusaha untuk tidak melewatkan obyek satupun karena banyak burung seperti paok, sempidan, anis dan ayam hutan sangat waspada dan dapat mendengar suara asing dari jauh,sehingga akan cepat menghilang sebelum dilihat.Namun perjalalanan cepat dan tidak berisik perlu dilakukan juga ding..agar burung semacam itu tidak terlewatkan.
5. Bersabar menunggu sambil beristirahat juga hal yang menguntungkan sambil mengamati sekitarnya.
6. Minimalkan pembicaraan dengan teman.
7. Membuat catatan lapangan pada saat pengamatan untuk mencatat hal-hal yang penting seperti waktu pengamatan, lokasi, burung yang masih asing, dan tingkah laku ataupun tentang makanannya. 
8. Sebaiknya dalam kelompok birdwatching hanya terdiri dari 2-5 orang saja.

             Pagi, pukul 06.00 kelompok saya mulai melakukan pengamatan kembali di lokasi yang sama dengan menggunakan binokuler. Kali ini karena waktunya juga tepat yaitu pagi hari, kami lumayan menemukan banyak spesies burung. 
Kenapa waktu yang tepat adalah pagi hari??...
Karena burung paling aktif saat pagi hari. Sore hari dapat juga dilakukan, namun biasanya burung yang dijumpai tidak seaktif di pagi hari. Burung yang pertama kami lihat adalah kutilang (Pycnonotus aurigaster) dengan topi hitam tunggir keputih putihan dan tungging jingga kuning, yang dijumpaii sebanyak 5 ekor. Kemudian dilihat pula walet gunung (Collocalia esculenta) yang memiliki bentuk lebih ramping. Diujung pohon kering kami melihat Caladi sebanyak 3 ekor, namun untuk spesies tepatnya kami masih ragu ^_^. Setelah lebih naik ke bukit, mas andika melihat kekeb babi ( Artamus leucorhynchus ) yang memiliki ciri tunggir putih, paruh tebal kebiruan dan sayap lebar segi tiga ekor tidak menggarpu, sebanyak 1 ekor. Kemudian mas gembul menyaksikan Elang hitam (Ictinaetus malayensis) sebanyak 3 ekor,namun  terlihat masih kecil. Sayangnya saya tidak melihat langsung hanya dari kamera SLRnya ms gembul yang sempat diabadikannya. O..banyak kemiripan antara alap alap dengan elang, hal yang membedakan dengan jelas adalah pada saat swaring sayap burung elang terlihat menjari, berbeda dengan sayap pada alap alap yang terlihat rata.
          Masih dilokasi yang sama, diatas bukit dengan pohon pohon pinus, kelompok kami melihat burung tekukur satu ekor, cirinya kurang jelas karena hanya sekilas melintas. Kelompok kami juga melihat burung dederuk jawa (Streptopelia chinensis). Dan saat kelompok kami turun menuju taman di kanan aula teman kami teguh melihat burung diduga burung cekakak, namun belum pasti spesiesnya apa. Pada pengamatan kami banyak dijumpai burung srigunting (Genus Dicrurus) namun masih kebingungan antara Dicrurus paradiseus, Dicrurus annectans atau Dicrurus macrocercus karena kami masih sulit membedakan antara bentuk ekornya yang mirip, dan ciri lain pun kurang begitu terlihat. Binokuler kami menangkap 5 ekor srigunting dengan tempat yang berbeda. Burung terakhir yang diamati adalah 1 ekor burung pentet. 
           Seharusnya untuk mengidentifikasi burung yang benar didasarkan pada kombinasi dari beberapa ciri khas, termasuk penampakan umum, suara, dan tingkah laku. Juga penting untuk mencocokkan sebanyak mungkin bagian burung, terutama ciri diagnostik jika diketahui.Harus mengingat sifat yang paling mencolok tanpa melupakan ciri yang lain.
Untuk burung yang  baru atau belum dikenal, harusnya dibuat sketsa dalam buku catatan. tidak perlu bagus yang penting menggambarkan  berbagai ciri, termasuk suara dan lokasi dimana burung tersebut ditemukan(comot setelah baca buku MacKinnon)


            Pengamatan kami berakhir pada pukul 08.00 (hwaaaa... lapaaarr) dan dilanjutkan sarapan dengan mie instan. Acara selanjutnya adalah evaluasi dan sharing tentang burung yang dijumpai oleh kelompok lain. Ternyata masih banyak spesies burung yang berbeda yang dijumpai oleh kelompok lain. 

             Meskipun ilmu sudah disampaikan tapi saya masih sangat awam untuk melakukan birdwatching suatu saat nanti.Masih banyak pula kesalahan kesalahan saya yang bersangkutan dengan etika birdwatching. Perlu semangat belajar dan berjalan-jalan;;;kyaaaa..

            Mengamati burung di alam lepas sangat menyenangkan, banyak keuntungan yang di dapat dari satu kegiatan ini, yaitu olah raga, menyalurkan keinginan jalan-jalan dan berpetualang, kesenangan tersendiri dengan melihat warna warni keindahan burung dan suaranya yang merdu. Dan yang terpenting bisa mendorong untuk konservasi baik burung itu sendiri atau vegetasi hutan yang merupakan habitat untuk kelestarian burung. Karena burung merupakan salah satu indikator kelestarian lingkungan.




#sebagian foto dr Kepak Sayap
untuk mengambil foto burung kamera tidak memungkinkan
 


Selasa, 18 September 2012

Pesona Merapi dalam ''Fun Tracking''


     Ingat september tahun lalu saya merangkak di Gunung Lawu, dan tidak disangka September tahun ini merangkak menaiki gunung Merapi yang merupakan gunung api teraktif di Indonesia. Sebelumnya saya di kasih info sama mas gentar kalo ada pendakian masal "Fun Tracking" yang diadakan tanggal 15, 16 september 2012 oleh Ajusta Brata FTeknik UNS. Ini merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh masyarakat umum. Dan pada dasarnya saya suka naik gunung, tapi ruangnya yang ga punya. Naaah.. dengan adanya info ini saya bener2 tertarik banget untuk mengikuti fun tracking ini. Awalnya agak khawatir dengan teman mendakinya nanti, soalnya saya yang merupakan pendaki pemula, untuk mendaki masih tergantung dengan teman, karena menurut saya keberhasilan dan kenyamanan mendaki itu dipengaruhi oleh teman kita saat mendaki, kalo temannya enak dan bersahabat maka mendakipun semangat dan terasa tidak begitu melelahkan. Berhubung Fun Tracking ini merupakan pendakian masal, yang nantinya diikuti oleh orang-orang baru yang sama sekali tidak saya kenal, akhirnya saya menyambungtularkan info fun tracking ini sama temen, dan 2 temanpun tertarik mengikuti, Ophi dan Thiara.

        Biaya pendaftaran Fun Tracking 70 ribu dengan fasilitas kaos, makan 2 kali,transportasi, dan servis dari panitia yang sangat ramah. Untuk barang yang harus dibawa : Senter, Snack, Baju hangat, slayer atau masker, P3K, Jas hujan, kaca mata, Dome.Berangkat tanggal 15, di sms oleh panitia jam 2 siang kumpul di sekre Ajusta Brata untuk registrasi ulang, udah ga sabar pengen berangkat, eh..ternyata malah masih diberngkatkan jam 4 sore. Perjalanan ke Selo naik truk, ini kedua kalinya saya naik truk semenjak SMP waktu mengikuti drum band di kabupaten.Sangat menyenangkaaaaaan!!!! Berpuluh-puluh kilometer tanjakan di lalui di bak truk.
      Akhirnya magrib sampai juga di base camp, sholat,makan, breafing, perkenalan dan pembagian kelompok. Saya masuk di kelompok 1 dengan pendamping sdr adit dan cahyo.  

O iya,sebelum berangkat Mendaki :

1. Biar perut nyaman saat awal pendakian, sebaiknya makan 30 menit-1 jam sebelum pendakian.

2. Minum secukupnya saja,mending nanti minum sedikit-saat mendaki.

3. Buang air kecil/besar dulu,soalnya kalo udah mulai pendakian kerasa,ribet banget. 

4. Saling berkenalan setidaknya satu kelompok agar bisa saling menjaga saat mendaki.

5. Berdoa.....dan

Kelompok satu BERANGKAT!!!!!!!!

      Jam sembilan kelompok satu berangkat. Pendakian menuju pos satu disuguhi medan yang berdebu,benar benar hanya pasir yang halus dengan dikelilingi ladang tembakau. Untuk menyayangi paru-paru harus mengenakan penutup hidung.  

1. Sebaiknya penutup hidung adalah masker lab (yg biasanya warna hijau) soalnya kalo pakai slayer malah sulit untuk bernafas, jd malah akirnya ga dipake. 

2. Meskipun saya pake sandal, tapi sebaiknya untuk yang mau mendaki merapi menggunakan sepatu, itu lebih safety dengan medan yang berpasir.

      Perjalanan menuju pos satu merupakan perjalanan yg dirasa paling melelahkan, serasa bernafas itu ga bisa lega. Karena mungkin memang belum ada penyesuaian, itu wajar. Jadi jangan langsung menyerah di pos 1, dicoba dulu naik, nanti lama2 tubuh sudah bisa menyesuaikan dan perjalanan selanjutnya ke atas dirasa tidak begitu melelahkan. Selain itu becandaan temen2 dan pendamping kelompok yang juga saling memberikan semangat sangat membantu psikis kita untuk tetap fun. Sampai pos 1 istirahat lumayan lama. minum susu dan teh anget yg disediakan oleh panitia...segeeeeerrrrrr... ^_^
      Perjalanan ke pos 2.....Perjalanan ke pos 2  tepat kalau dinamakan merangkak,karena didominasi oleh kerikil2 dan bisa dikatakan tidak ada datar2nya. Sehingga....

Untuk menjaga tangan biar ga lecet gunakan sarung tangan, selain itu sarung tangan juga dapat melindungi dari dinginya perjalanan naik ke pos 3 atau tepatnya pos camp Pasar Bubrah. 

      Merangkak dari pos 1 hingga pos 3 pendamping (mb reska, ms cahyo,mb reni) begitu telaten mendampingi kelompok 1 yang masih tertinggal,, kelompok 1 yang paling belakang hanya saya dan ophi, bentar-bentar kita istirahat, sembari maenikmati gemerlap lampu kota solo, boyolali dan magelang yang memanjakan mata. Namun Pada suatu saat kami istirahat ada pendaki lain yang ada tepat diatas kami menjatuhkan batu segede kepala...dengan bergaya seperti lara di Tom Rider saya menghindari batu yg jatuh dari atas dan berteriak Ophiii awaassss..karena ophi jg tepat di bawah saya. Batupun bisa dihindari.alhamdulillaaahh..

(Untuk pendaki, waspada kejatuhan batu dari pendaki yg diatasnya, sebaiknya perhatikan pijakan batu tersebut kuat atau tidak untuk dipijak). 


 

     Track mendekati pasar bubrah beda lagi dengan track sebelumnya, angin mulai bertiup sangat kencang, dinginpun mulai terasa menusuk tubuh (wuaaah). Bukan lagi pasir dan batu batu kecil, tapi berupa batu batu besar sehingga harus mlipir2, karena kanan kiri merupakan jurang dengan semak2 yang lebat. Tetapi beda lagi saat tiba di bukit samping pasar bubrah sudah tidak ditumbuhi pohon karena bekas aliran lahar, sehingga hanya terdiri batu dan pasir.

   Eh,,kenapa disebut pasar bubrah??Belum terjawab juga pertanyaan saya mengenai itu, namun Pasar Bubrah itu sendiri adalah area bebatuan yang sangat luas yang berada tidak jauh dari puncak dan tepat di bawah puncak. Biasanya di Pasar Bubrah inilah para pendaki mendirikan tenda.

 

di pasar bubrah mulai terlihat adanya suksesi, sudah mulai tumbuh beberapa pohon semacam pohon cantigi (Vaccinium varingiaefolium).  Juga belum terlihat hewan apapun disekitar pasar bubrah.

dan akhirnya....

    Sekitar pukul 02.00 sampai juga di camp pasar bubrah (pos 3). apa yang terjadi....????
tidak kebagian dome..ya..beginilah derita kami yang datang belakangan. Untung beribu untung..sebelum berangkat saya dipinjami SB oleh mb antika. Gimana jadinya kalo nggak...saya dan ophi tidur dengan SB yang beralaskan MMT, beratapkan langit dengan beribu bintang ^_^.eh.....bukan disebut tidur ding,mata merem,,tapi badan ga bisa berhenti menggigil kedinginan. But...unforgettable moment,,semua yang dilakukan adalah pengalaman yang sangat berharga.
      Pendakian menuju puncakdilanjut lagi pukul 04.00 wib, segera bereskan SB dan kembali merangkak menuju puncak. Ini merupakan medan klimaks dari medan yang dilalui sebelumnya. Saya mengistilahkan seperti tumpukan pasir dengan diselingi beberapa batuan yang rapuh. 


     Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan track yang tepat sangat membantu untuk menuju puncak lebih cepat. Sebaiknya memilih jalur yang terdiri dari batu2an besar. Karena jika memilih jalur aliran lahar yang terdiri dari pasir2 kecil akan susah untuk berpegangan atau memijak. Sebelum berpijak atau berpegangan sebaiknya memastikan terlebih dahulu batu itu kuat atau tidak. Jika tidak maka akan mengancam keselamatan diri sendiri yang mengakibatkan jatuh ke jurang,keselamatan pendaki yang ada dibawahnya juga akan terancam dengan kejatuhan batu yang kita injak. Lebih tepat lagi kalau sebelum berangkat menuju puncak dijelaskan ke team pendaki terlebih dahulu tentang cara mendakinya dengan formasi zig zag, sehingga dapat memperkecil resiko kejatuhan batu dari pendaki yang ada di atasnya.

      Dan akhirnya saya dan ophi hanya merangkak sampai tengah, dengan ada peristiwa ophi terperosok dan hampir terguling jatuh kebawah, karena hanya tangannya saja yang berpegangan. Selain itu banyaknya batu yang berjatuhan dari atas membuat ngeri untuk melanjutkan pendakian sampai puncak. Bahkan pada saat sholatpun, batu2 barjatuhan dari atas.pasraaaaaaaahhh....O Iya,tidak lupa mengabadikan setiap moment dengan kamera ophi.
     Turun dari jalur puncak dengan ngesot karena takut kegebrus. Sampai camp pasar bubrah lagi, kembali foto2 dengan gaya yang selalu diulang ulang. -_-


      Pukul 07.00 wib sebagian rombongan Penmas memutuskan untuk turun duluan. Dan Baru disadari bahwa trek yang dilalui semalam adalah seperti itu, berdebu dan kanan kiri tebing yang curam. Tidak beda jauh pada saat mendaki, pada saat turun juga banyak beristirahat. Singkat cerita.....
ALHAMDULILLAH...
Akihirnya sampai di NEW SELO, turun pelan pelan dan akhirnya sampai di Base Camp.
 

Ala nisa :

1. Jangan lupa ucapkan syukur pada ALLAH SWT

2. Ngaca, tidak mungkin jika muka tidak hitam dengan debu yang tebal.

3. Segera sholat, karena kalau udah berhenti lama bakalan males untuk berdiri.

4. MAKAN...

 

Unforgettable experience, Thanks God, this is part of my life,may ALLAH give me another chance to enjoy his creations. Terima kasih juga ophi, thiara, tiya, mas gentar and kakak2 AjustaBrata ^_^.

Bukan seberapa tinggi puncak yang kita capai, tapi setinggi apa usaha kita untuk menjaga keselarasannya.

       

 

 


Kamis, 24 Mei 2012

ORNITOLOGI BIRDWATCHING

Keanekaragaman Burung Di Habitat Yang Berbeda Di Sekitar Surakarta 


       Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan burung yang sangat besar. Namun sayangnya, Indonesia juga memiliki daftar panjang burung yang terancam punah. Dewasa ini, pandangan masyarakat tentang burung dan pemanfaatannya mulai mengalami pergeseran. Pada saat ini banyak masyarakat yang sangat menggemari burung dengan cara menikmati kicauan burung dalam sangkar, di lain pihak mulai bermunculan kelompok-kelompok pecinta burung yang menikmati keindahan burung di alam bebas. 

     Kegiatan ini dikenal dengan sebutan birdwatching atau birding. Kegiatan birdwatcing baik dilakukan untuk mengetahui informasi tentang burung sehingga kedepannya aka nada kegitan perlindungan terhadap burung dan habitatnya. Kegiatan ini tidak mengancam kelestarian burung itu sendiri, karena hanya menikmati keindahan burung baik dari perilaku maupun suaranya yang merdu di alam bebas tanpa mengganggu kehidupan burung. Berbeda dengan kegiatan masyarakat yang mengancam kelestarian burung seperti perburuan burung untuk dikonsumsi. Masyarakat banyak memanfaatkan burung dan aves pada umumnya sebagai sumber makanan yang kaya protein hewani. Hal ini yang menyebabkan terjadinya kepunahan burung. Selain itu, sekarang banyak pecinta burung dalam sangkar yang dipelihara karena nilai prestise-nya.

      Meningkatnya penggemar burung dalam sangkar juga dapat menyebabkan keanekaragaman burung di habitat aslinya semakin berkurang, sehingga peranan burung sebagai salah satu komponen ekosistem juga mempunyai peran ekologis yang sangat penting semakin berkurang di habitat aslinya. Sehingga perlu adanya pemahaman mengenai kehidupan dan perilaku burung untuk menjaga kelestariannya. Pemahan mengenai burung dapat dilakukan dengan mempelajari secara langsung kehidupan burung. Dalam mata kuliah Ornithologi ini untuk memahami perilaku, sifat dan habitat burung di suatu daerah maka dilakukan pengamatan burung di berbagi tempat yang keadaan lingkungannya berbeda.

 Dalam pengamatan mata kuliah Ornithologi ini terbagi tujuh kelompok untuk mengamati burung di habitat yang berbeda, yaitu : 

 ‎1. Lokasi di persawahan (persawahan di sekitar perum UNS Triyagan Sukoharjo)

  Pengamatan di area persawahan dilakukan di Perumahan UNS IV Triyan Sukoharjo pada tanggal 10 Mei 2012 jam 08.00-09.00. Kondisi di area persawahan yaitu sawah masih banyak ditumbuhi oleh padi-padi yang menguning dan belum banyak padi yang di panen, sehingga masih banyak padi yang merupakan lading makanan untuk burung pemakan biji bijian. 

     Dari pengamatan yang dilakukan ditemukan 4 jenis burung yaitu Burung pipit yang jumlahnya kurang lebih 25 ekor, burung pipit ini memakan padi yang menguning, sehingga habitatnya berada di daerah persawahan. Didapati burung pentet yang sedang bertengger di dahan bambu dekat sawah, burung ini merupakan burung pemakan biji-bijian,serangga,ulat,kroto. Ditemukan juga burung gereja dan burung wallet, burung gereja suka hinggap di pohon pohon dekat sawah dan burung wallet yang sering terbang rendah di sekitar padi. Dari pengamatan yang dilakukan populassi burung pipit paling banyak, karena burung pipit makan pokoknya adalah biji-bijian sehingga, tempat keberadaan burung pipit tidak jauh dari makananya yaitu area persawahan. 

 2. Lokasi di tempat ramai yang banyak dinaungi pohon besar (Keraton Solo) Pada

  Pengamatan di tempat ramai yang banyak dinaungi pohon besar, dilakukan di wilayah keraton Solo. Bagian keraton dibagi dua lokasi pengamatan yaitu di bagian sekitar alun-alun utara Solo dan di Keraton Siti Inggil. Di Alun-alun utara pengamatan dilakukan pada tanggal 6 Mei 2012 jam 08.00-10.00.

 Hasil pengamatan yaitu ditemukannya empat jenis burung yaitu : Burung Sriti, burung gereja, burung erasia, dan burung bondol jawa. Pengamatan yang kedua dilakukan di Keraton Siti Inggil pada tanggal 6 Mei 2012 jam 08.00-10.00. Hasil pengamatan yaitu ditemukannya enam jenis burung yaitu : Sriti, bentek kelabu, perenjak padi, bondol peking, kipasan belang, dan tekukur. Dari dua bagian pengamatan jumlah jenis yang ditemukan di keraton Siti Inggil lebih banyak, karena di daerah ini masih banyak dinaungi pohon besar. 

 3. Lokasi di dekat jalan raya (Boelevard UNS, Jl. Ir Soetami) 

      Lokasi pengamatan selanjutnya adalah di dekat jalan raya. Dalam pengamatan ini dipilih di daerah Boelevard UNS, Jl. Ir Soetami. Dilokasi ini merupakan jalan raya yang cukup ramai karena merupakan jalan penghubung antar propinsi, sehingga juga berpengaruh pada keberadaan burung. Pengamatan dilakukan pada hari Kamis 10 Mei 2012 jam 9.00-10.00 WIB. 

      Dari hasil pengamatan dijumpai 4 jenis burung yaitu : Emprit, kutilang, Sriti, Gereja erasia. Di lokasi pengamatan ini tidak terlalu banyak jenis burung yang ditemukan. Burung yang ditemukan merupakan burung yang pada umumnya hidup di pepohonan dan di daerah perumahan. Dari sedikitnya spesies yang ditemukan ini kemungkinan disebabkan karena habitatnya tidak sesuai dengan jenis jenis burung tertentu. Sehingga hanya dijumpai burung yang dapat menyesuaikan diri pada kondisi tersebut.  

4. Lokasi di sekitar perumahan (perumahan Ngoresan , Jebres, Surakarta) 

       Untuk pengamatan di sekitar perumahan di ambil tempat yaitu perumahan Ngoresan , Jebres, Surakarta, di daerah ini tidak banyak dijumpai pohon-pohon besar namun di dekat daerah ini terdapat lokasi yang masih banyak pohonnya yaitu di sekitar kuburan Cina. Sehingga meskipun di daerah perumahan, namun lumayan banyak dijumpai jenis burung. Enam jenis burung masih bias dijumpai di daerah ini. Pengamatan dilakukan pada tanggal 10 Mei 2012 jam 7.00-09.00. Dari pengamatan dijumpai enam jenis burung, yaitu : Burung wallet sapi, gereja, merpati, emprit, blekok sawah, kutilang. Burung merpati ditemui di atap rumah, sehingga dimungkinkan merpati tersebut merupakan burung yang di ternakkan oleh warga. Burung gereja dan emprit banyak yang hinggap di pepohonan yang masih ada. 

 5. Lokasi di taman kota (Taman Kota Balekambang) 

     Pengamatan selanjutnya dilakukan di Taman Kota Balekambang. Kondisi di bale kambang merupakan habitat yang paling bagus dibandingkan dengan enam stasiun pengamatan yang lain. Karena di Taman Balekambang ini masih banyak vegetasi yang sangat cocok untuk kehidupan burung. 

      Sehingga banyak burung yang ditemukan di daerah ini yaitu : Burung merpati, ayam, kalkun, gereja erasia, kutilang, angsa, sriti, merbah, kaca mata, burung prenjak jawa, dederak jawa, pelatuk, dan burung cabe. Burung yang ditemukan di lokasi ini ada yang sebagian di pelihara oleh pengelola taman dan ada juga burung yang liar. Misalnya burung kalkun, ayam, merbah merupakan burung yang dipelihara di taman Balaikambang. Namun ada pula brung yang liar berada di atas pohon seperti burung sriti, pelatuk dan burung gereja. Ada pula burung yang memang di tangkarkan di taman ini salah satunya adalah burung kaswari, kakak tua, elang bondol dan masih banyak lagi.  

6. Lokasi di pedesaan yang masih banyak vegetasinya (Bekonang dan Pandean, Gemolong)

  Daerah pengamatan selanjutnya adalah di pedesaan yang masih banyak vegetasinya. Lokasi yang dipilih adalah di Bekonang,Baki dan Gemolong. Pengamatan di Bekonang dilakukan pada sore hari jam 16.00-17.00 WIB. Didaerah ini merupakan daerah pedesaan yang lumayan masih banyak pohon, namun juga banyak terdapat persawahan sehingga burung yang diamati tidak jauh berbeda dengan yang berada di daerah persawahan. Burung yang dijumpai yaitu burung cici padi dan burung gelatik, kedua burung ini ditemukan dalam jumlah yang banyak, yaitu kurang lebih 30 ekor. Pada saat pengamatan cuaca sedang gerimis sehingga kemungkinan burung tidak kelur, jadi hanya dijumpai 2 jenis burung di lokasi ini. Lokasi yang kedua adalah di daerah Baki, Pandean. Pengamatan dilakukan sekitar jam 9.00 WIB. Burung yang ditemukan adalah emprit ganthil, prenjak, sriti, dan puyuh. Kondisi alam di daerah ini masih banyak pepohonan yang besar. Sehingga jika dilakukan pengamatan lebih pagi akan lebih banyak dijumpai jenis burung. 

     Lokasi pengamatan berikutnya di Gemolong, Sragen dilakukukan pada pukul 05.00-05.30 WIB. Di lokasi ini banyak pepohonan namun tidak terlalu banyak burung yang dijumpai. Dapat dikarenakan pengamatan yang terlalu pagi. Burung yang ditemukan di Lokasi ini adalah cici padi, gagak jawa, ayam, dara. Ada burung yang menarik yang dijumpai di lokasi ini yaitu burung gagak jawa. Burung ini jarang ditemukan di daerah perkotaan atau daerah yang ramai. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lokasi pengamatan ini masih sesuai untuk dihuni oleh populasi burung. Ayam dan burung dara yang ada merupakan burung yang dipelihara oleh masyarakat. Sehingga kehidupannya tidak terlalu bergantung kepada lingkungan.  

7. Lokasi di tempat keramaian (Terminal Tortonadi) 

      Tujuan pengamatan yang terakhir adalah di daerah keramaian, lokasi yang dipilih adalah di sekitar terminal Tirtonadi. Kondisi di lokasi ini sangat ramai karena merupakan jalur lalu lintas dari berbagai kota. Selain itu juga merupakan tempat transit orang-orang dari berbagai daerah sehingga keadaanya sangat ramai. Burung yang dijumpai di daerah ini yaitu : burung dara, burung wallet sapi, gereja, emprit, dederuk jawa. Namun burung yang dijumpai masih tergolong banyak. Hal ini dikarenakan adanya keseimbangan antara kondisi yang ramai dan padat, namun masih banyak pepohonan di sekitar terminal Tirtonadi. Seperti di depan terminal juga banyak pohon besar yang rimbun. Selain itu lokasi ini dekat dengan taman kota Balekambang, sehingga burung-burung dekat untuk mencari tempat yang sesuai setelah berada di derah keramaian.  

Hubungan Keanekaragaman Populasi Burung di Habitat yang Berbeda pada Tujuh Lokasi Pengamatan 

         Struktur vegetasi merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kekayaan spesies burung pada tingkat lokal (Wiens 1989). Hubungan yang sangat erat antara komunitas burung dengan indeks keragaman habitat menunjukkan bahwa burung sangat tergantung pada keragaman kompleksitas dari pohon, tiang dan semak (Chettri et al 2005). Ada perbedaan struktur komunitas burung pada daerah yang mempunyai struktur vegetasi yang berbeda, ataupun antara vegetasi alami dengan yang terganggu (Paerman 2002). 

         Kondisi vegetasi yang baik menjadikan banyak jenis yang tinggal di area tersebut, menurut Pudyatmoko (2006) penutupan vegetasi yang baik pada suatu kawasan hutan akan menyebabkan terjadinya kemelimpahan burung. Menurut Djuwantoko dan Hadiwinoto (1995) perubahan tegakan atau vegetasi yang berfungsi sebagai habitat satwa akan berpengaruh terhadap kehidupan satwa, baik populasi, tingkah laku, maupun perkembangbiakan. Kerusakan vegetasi akan berpengaruh terhadap jumlah individu burung. Jadi dengan adanya vegetasi dan lingkungan yang berbeda maka populasi burungpun berbeda. Burung yang dijumpai di area persawahan didominasi oleh burung pemakan biji-bijian seperti yang ditemukan di lokasi pengamatan Perum Triyagan Sukoharajo yang dihuni oleh burung pipit yang banyak. 

         Tempat hidup burung tidak jauh-jauh dari tempat makanannya. Untuk daerah yang sudah memasuki kota baik daerah keraton atau daerah di pnggir jalan raya pada pengamatan ini banyak dijumpai burung gereja erasia, hal ini dikarenakan burung gereja erasia merupakan burung non-migran dengan daya jelajah rendah (± 1,5 km2), Hidup secara berkoloni, beristirahat, mencari makan, dan berkembang biak dekat dengan permukiman manusia. Burung yang hampir ada di setiap habitat atau stasiun pengamatan yang berbeda adalah burung merpati, burung merpati ini masih banyak ditemukan di beberapa lokasi pengamatan yang berbeda. Hal ini karena burung merpati mudah menyesuaikan diri dari lingkungannya. Selain itu burung ini dapat bermigrasi jauh dan dapat kembali lagi ke tempat hidupnya dimana sebagian besar hidupnya di pelihara oleh manusia. Burung sriti juga ditemukan di beberapa stasiun pengamatan, burung ini dijumpai dalam jumlah yang banyak. Masih banyaknya burung ini karena tidak terlalu banyak manusia yang memburu burung ini, sehingga kelestariannya tetap terjaga. Selain itu juga burung sriti dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga tidak terlalu susah untuk mendapatkan habitatnya. 

          Hasil pengamatan burung juga ditentukan oleh waktu pengamatan. Pengamatan yang dilakukan pada waktu yang tepat akan dijumpai beraneka ragam burung. Karena burung pada umumnya keluar di pagi dan sore hari. Adanya keanekaragaman burung tersebut disebabkan oleh adanya vegetasi atau lingkungan yang berbeda. Sehingga burung menempati atau tidak sutu daera tergantung vegetasi yang harus sesuai dengan kebutuhannya.

Selasa, 27 Desember 2011

Batik Anatomi hasil PKMK Dikti

Mencoba posting hasil karya anak biologi FMIPA UNS, Yang dibiayai oleh DIKTI…ada yang minat? boleh dipesan kok..
“BATIK ANATOMI”, INOVASI PRODUK TEKSTIL BERNILAI SENI TINGGI SEBAGAI PELUANG USAHA BAGI MAHASISWA.

LATAR BELAKANG MASALAH
Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax ) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna ( dye ), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Batik merupakan salah satu desain mode produk tekstil yang banyak diminati oleh semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Produk batik yang umum di pasaran adalah motif batik dengan mode tradisional maupun modern. Motifnya memiliki ciri khas masing – masing daerah asal batik itu sendiri. Untuk itu sangat tepat sekali jika produk batik yang memiliki inovasi dalam segi motif khas dengan unsur kreasi seni tinggi dipasarkan baik dalam pasar regional maupun internasional. Salah satu produk batik yang dapat kami tawarkan adalah batik anatomi.


“Batik anatomi” merupakan produk tekstil kain yang menggunakan desain berbasis “anatomi” pada organisme. Keunikan dari struktur anatomi inilah yang menjadikan salah satu daya tarik yang tinggi bagi para pengusaha batik untuk mengembangkan usaha batik yang memiliki nilai inovatif. Usaha pembuatan karya seni batik dengan inovasi dan kreasi terbaru “batik anatomi” sangat layak untuk di kembangkan karena selain sebagai nilai tambah dari aset budaya baik lokal maupun nasional, desain yang unik akan menjadikan daya tarik serta meningkatkan nilai ekonomis dengan prospek pemasaran yang menjanjikan dari desain motif batik yang unik dan bernilai seni tinggi.

TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Menambah khazanah keragaman motif batik nusantara.
Meningkatkan kualitas motif batik dengan inovasi baru berupa motif baru berupa anatomi mikroskopis yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi
KEGUNAAN
1. Meningkatkan nilai seni batik dengan motif unik dari anatomi serta sebagai peluang usaha bagi mahasiswa.
Menciptakan citra baru seni batik dengan motif anatomi mikroskopis berupa desain paten

PENJELASAN
Pola hidup modern sudah menjadi ciri masyarakat saat ini mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Pola hidup ini tidak hanya identik dengan belanja (shopping) ataupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari akan tetapi juga merambah pada produk tekstil yang bermode terbaru.
contoh baju motif btik anatomi.

Produksi
Dalam produksi kami menggunakan metode pendekatan jalinan kerjasama mutualisme yaitu menjalin kerjasama antara tim PKMK Batik anatomi dengan Heru batik solo. Heru batik bertugas dalam proses pembuatan batik cap dengan ketentuan ukuran, motif, dan warna dari batik anatomi dan kami yang memasarkan produk batik anatomi. Tahapan pembuatan batik anatomi sama seperti pembuatan batik pada umumnya antara lain:

1. Pemilihan struktur histologis
Struktur histologis yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan motif batik ini banyak jenisnya bahkan hampir semua struktur histologis tersebut dapat dijadikan tema dari sebuah motif batik dan ini tergantung dari kreativitas dalam mendesainnya. Untuk struktur yang kami jadikan sebagai motif batik pada awal usaha kami berupa struktur mikroskopis Canna edulis , Spyrogira Sp. dan stomata tipe ginjal

2. Pembuatan desain motif
Struktur histologis yang sudah dipilih kemudian diaplikasikan menjadi motif batik dengan menambahkan pakem batik pada umumnya yaitu adanya isen-isen (isi) dalam motif batik seperti titik, garis, lingkaran. Sebagai isen kami mengaplikasikan sel bentuk stellat ( bintang ) karena memiliki nilai estetika yang cukup tinggi.

3. Pembuatan pola cap
Desain motif batik yang telah dibuat kemudian dibuat suatu pola pada cap logam yang akan digunakan untuk batik cap. Proses pembatikan pada batik cap yakni dengan menggunakan cap batik seperti menggunakan stempel,

Pakaian dengan motif batik menjadi suatu produk tekstil yang perlu dikembangkan agar sejalan dengan trend atau gaya hidup masyarakat yang semakin modern. Selain itu, pemanfaatan anatomi mikroskopis yang digunakan pada produk batik ini dapat digunakan sebagai peluang usaha bagi mahasiswa. Motif batik yang selama ini dikenal oleh masyarakat dapat menjadi salah satu produk yang dapat digunakan untuk menaikkan nilai ekonomi dan minat masyarakat terhadap batik. Kemunculan motif batik baru dari suatu produk tekstil sangat dinantikan oleh masyarakat mengingat adanya rasa ketidakpuasan dan kebosanan dari masyarakat pada motif batik yang telah ada sekarang ini.

(modelnya putri2 dosen pembimbing pkm ^_^)

Usaha pembuatan batik dengan motif batik anatomi merupakan salah satu cara bagi mahasiswa untuk menggali keterampilan, semangat dan jiwa kewirausahaan. Proses pembuatan motif batik ini relatif cukup sulit , karena aplikasi yang digunakan untuk mengolah desain berupa aplikasi software ”corel draw” atau software sejenis yang mendukung.


Usaha ”batik anatomi” ini merupakan suatu bentuk inovasi baru, berupa rintisan usaha berskala menengah. Usaha rintisan ini akan dipusatkan pada jenis homeindustry dimana pengelolaannya akan dipusatkan di daerah laweyan, Surakarta. Proses produksi usaha ini dengan menggunakan sistem cetak menggunakan mesin pencetak motif pada kain yang akan dibantu oleh tenaga kerja yang ahli dibidangnya dan bekerjasama dengan homeindustry yang sudah terbukti akan kualitas batik cap yang diproduksi. Harga yang Kami tetapkan untuk setiap bahan kain (bakal) 2m x 1,15m adalah 65.000 – 75.000. Langkah awal dalam memperkenalkan produk kain ”Batik Anatomi ” pada masyarakat adalah dengan melakukan promosi produk melalui media elaktronik dan cetak guna memberikan informasi kepada masyarakat secara umum, tentang inovasi baru produk ” batik anatomi ”.

Sampai sekarang masih dikembangkan nim..jadi ada 3 motif btik dari jaringan tumbuhan.so..silakan di pesan...
(amirul_jafron_nisa)

Rabu, 21 Desember 2011

"Beautiful Lawu" dalam Pendakian Pertama Kali

Alhamdulillah ya…
Tak disangka tadi siang dapat sertifikat dari pusat penelitian lingkungan hidup UNS dalam rangka berpartisipasi dalam penelitian dosen tentang Studi Identifikasi Keanekaragaman Habitat Jalak Lawu di Lereng Gunung Lawu yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS.

Kenapa sertifikat ini lebih waaah dari sertifikat yang saya dapatkan sebelumnya??karena sertifikat ini didapat dengan tenaga fisik, pikiran, kerja sama dan semangat yang besar, dimana pendakian waktu itu merupakan pendakian pertama yang saya lakukan. Pendakian dengan beban berat di punggung karena membawa bahan makanan dan peralatan penelitian yang cukup banyak.
Hmmm.. jadi pengen nulis lagi..
Saya merupakan pendaki pemula yang buruk..karena tidak ada persiapan fisik atau pemanasan 2/3 hari sebelum pendakian, sehingga pada saat awal naik baru masuk gerbang pendakian lawu nafas sudah tidak bisa diatur dan tubuh terasa lemas, namun karena teman2 dan senior yang mendampingi terus memberikan semangat, maka dengan jalan yang pelan2 dan sering istirahat, maka saya akirnya dapat melihat pemandangan hingga pos 4.


Tips untuk pendaki pemula :
1.Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Kesiapan fisik dan mental.
2.Perlengkapan yang mencukupi tapi tidak memberatkan
Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantaranya; tas rangsel khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag (kantong tidur), baju ganti, senter dan alat penerangan, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi (seperti hape), tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.
Untuk memeasukkannya ke dalam tas carier, Jika pada saat musim hujan sebaikknya carrier dilengkapi dengan plasti seperti trash bag hitam yang besar yang posisinya di antara tas dan matras, agar jika hujan barang barang yang ada tidak basah.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier (tas rangsel) hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung
3.Bahan makanan yang mencukupi
Makanan yang di bawa hendaknya yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Sehingga dapat memulihkan energi Juga bahan makanan yang cepat dimasak.
4.Memperoleh izin dan melapor pada Pos Pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di Pos Pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
5.Tidak merusak alam
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandal), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak nonorganik.

Berhubung saya adalah pendaki pemula, saya tercengang dengan tulisan yang begitu bermakna yang ada pada banyak pohon, yang setelah saya tanyakan, tulisan itu merupakan kode etik pecinta alam,, subhanallah..slogan yang ruaar biasa :

1. Jangan mengambil apapun kecuali foto
2. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak kaki...
3. Jangan membunuh apapun kecuali waktu...

Terima kasih untuk teman-teman atas kerjasama dan supportnya,hal yang benar2 tidak akan terlupakan. Terima kasih buat mas arman selaku guide yang merangkap sebagai orang tua saat naik hingga turun, karena telah membantu membawakan barang2 yang berat,hahahaha…
Semoga suatu saat bisa naik gunung lagi.
Thanks allah..

Referensi :
http://alamendah.wordpress.com/2010/05/19/tips-mendaki-gunung-untuk-pendaki-pemula/

Senin, 19 Desember 2011

sempat tidak PD dengan bekas Cacar Air

Sudah pernahkah merasakan sakit cacar air??
it's really something.
2 minggu yang lalu saya merasakan gatal dan nyeri pada badan yang lumayan membuat saya menangis.karena saya kos maka tidak ada yg dapat menolong saya mengoleskan dan menaburkan bedak ke punggung saya, dan yang saya ingat adalah ibu.andai ada ibuku yang memperhatikan dan menaburkan bedak di punggungku.yaa karena memang cacar yang saya derita cukup banyak dibandingkan dengan yang diderita adik saya 2 minggu sblumnya. sakit cacar air tidak seperti sakit masuk angin yang dapat minta tolong teman untuk nyuruh ngerokin kita,kita harus benar benar meng isolasi diri agar tidak di bilang "manusia penyebar penyakit".Jadi semua yang dikerjakan harus sendirian...meskipun dengen usaha seperti itu,tetap saja saya tidak sengaja menularkan ke 2 orang temen kosku.Mianhe..

apa sih cacar air itu??
Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang sangat menular dan pada umumnya timbul pada balita antara 1 dan 8 tahun. Disebabkan oleh virus (varicella zoster) yang ditularkan melalui tetes-tetes kecil (ludah, napas) dalam udara.
pencegahan penularan :
--jadi pada saat terserang virus ini, diusahakan menggunakan masker agar percikan ludah atau nafas kita tidak mengenai orang lain.
--hindari penggunaan handuk, sabun, pakain dan tidur bersama orang yang terinfeksi virus ini.


Untuk perawatan :
*ada berbagi pendapat tentang boleh tidaknya mandi,menurut pengamatan saya, 2 teman saya dan adik saya tidak mandi saat terkena penyakit ini,sehingga ruamnya tidak ke muka dan tidak terlalu besar.Dibandingkan dengan saya yang nekat mandi,keluarnya banyakan saya dan sampai banyak menyebar ke muka.tetapi ada juga yang berpendapat harus rajin mandi agar tidak terinveksi bakteri.Jika mandi, pergunakan sabun atau antiseptiK cair seperti d*tt*L Dan menggunakan air hangat.
*hindari penggunaan kipas angin
*bila terpaksa keluar rumah, kenakan masker dan jaket.
*dilarang keras menggaruk badan, jika ada yang pecah maka proses pengeringan akan lama dan membekas.
*untuk mengurangi resiko penggarukan, maka kuku sebaiknya di potong.
*jika terjadi gatal taburkan bedak anti gatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air yang belum pecah.
*minum obat dari dokter secara teratur.


Setelah 2 minggu, keringlah semua ruam cacar air, namun bekasnya yang berwarna hitam sangat banyak,jika di badan sih tidak masalah, tapi ini dimuka saya lumayan banyak bekasnya yang dulu pecah, jadi bekasnya sangat terlihat. Jadi banyak pernak pernik pada wajah saya, yaa jika di keramaian sempat tidak PD dan malu.kepikiran juga kalo sebentar lagi kakak saya mau nikah,,hmmm bakalan takut dengan kamera sepertinya.
Tapi setelah sedikit merenung, fikiran seperti di atas tidak perlu.sangat tidak perlu.bersyukur hanya bercak hitam di tubuh dan wajah,tidak sakit.banyak orang yang kurang beruntung, yang bahkan wajahnya dengan byk bercak dan merasakan sakit...

NGGAK CANTIK??NGGAK MULUS?? Semua wanita cantik, tapi cantik yang sebenarnya ada dalam hati itu sendiri..cerybelle..kamu cantik cantik dari hatimu.
Thnks god.i m sorry if i sigh
_allah is enough for me_

gambar dari http://obatsakit2011.blogspot.com

Minggu, 14 November 2010

ALANG-ALANG

Imperata cylindrica


BAB II
ISI

Alang-alang (Imperata cylindrica L) merupakan tumbuhan pioner pada lahan terbuka akibat penebangan, kebakaran hutan, perladangan berpindah atau cara pengelolaan tanah yang kurang baik seperti yang terjadi di daerah-daerah transmigrasi. Alang-alang merupakan gulma yang mempunyai kemampuan tumbuh sangat mengagumkan. Alang-alang dapat berkembang biak melalui biji atau rhizom (akar rimpang). Sifatnya yang mudah terbakar, mengakibatkan terjadinya titik-titik api yang dapat membakar kawasan hutan disekitarnya dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan/udara.
Lahan alang-alang berkembang di daerah yang memiliki musim penghujan cukup panjang, tetapi masih memiliki bulan kering yang cukup. Keadaan ini memungkinkan terjadinya kebakaran. Lahan alang-alang merupakan lahan yang tidak produktif dan sering disebut ”lahan Tidur” tersebar cukup luas di Indonesia. Dengan makin menciutnya lahan pertanian subur karena beralih fungsi, maka salah satu upaya dalam meningkatkan dan mempertahankan ketahanan pangan adalah dengan melalui perluasan areal pertanian terutama di luar jawa yang lahannya masih cukup luas meskipun tanahnya kurang subur. Salah satu areal yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian adalah lahan alang-alang yang sejauh ini merupakan lahan terbuka yang dibiarkan dan belum dimanfaatkan. Pemanfaatan lahan alang-alang untuk usaha pertanian relatif lebih baik jika dibandingkan dengan membuka hutan, karena selain biaya lebih murah juga akan memperbaiki lingkungan serta mempertahankan fungsi hidrologis hutan, selain itu pada umumnya di sekitar lokasi alang-alang telah tersedia infrastruktur walaupun masih sangat terbatas.

A. Determinasi dan Klasifikasi Imperata cylindrica
 Determinasi
1b – 2b – 3b – 4a – 5a ( Fam. 19 Gramineae ) – 1b – 2b – 17a ( Genus 16 : Imperata ) ( Imperata cylindrica )


 Klasifikasi
Divisio : Angiospermae (Spermatophyta)
Class : Monocotyledonae
Ordo : Poales (Glumiflorae)
Familia : Gramineae (Poaceae)
Genus : Imperata
Species : Imperata cylindrica
(Steenis, 1958)
B. Deskripsi Organ Tumbuhan
 Organ Nutritiv
1. Daun (Folium)
Daun tidak lengkap yang disebut daun pipih, terdiri dari upih daun (vagina) dan helaian daun (lamina), bangun daun bangun pita (ligulatus), ujung daun runcing (acutus), tulang-tulang daun sejajar atau lurus (rectinervis), tapi daun rata (integer), daging daun tipis seperti kertas (papyraceus), warna daun hijau dengan permukaan atas lebih gelap dari permukaan bawah, sifat permukaan atas licin (laevis), permukaan licin (laevis), upih daun berwarna putih keunguan, ada lidah-lidah atau ligula pada perbatasan upih daun dengan helaian daun.Tepi daun diselubungi rambut, pangkal daun lebih lebar dan di bagian ujungnya menyempit; terdapat lapisan ligula, panjangnya 1 mm; daun memiliki bentuk menggaris-lanset, pipih, lurus, terdapat bulu-bulu panjang yang halus di bagian pangkal daun..(Tirosoepomo, 1985).
2. Batang (Caulis)
Batang rumput (calmus), batang tidak keras, bentuk bulat (teres).Batang tumbuh pendek dan bercabang dan memanjang di dalam tanah, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas baru.Lidah-lidah atau ligula pada batas antara pelepah dan helaian daun lelihatan jelas, berguna untuk menahan air hujan agar tidak terjadi kemungkinan pembusukan, sekam tidak tersusun spiral. Rumpun tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 0.1—1.2(—3 m), terdapat 1—4(—8) nodus di tiap rumpun, rumpun tidak bercabang, solid dan biasanya terdapat bulu di tiap buku-bukunya(Steenis, 1958).



3. Akar (Radix)
Sistem perakaran berupa system serabut, yang muncul dari nodus atau buku-buku batang.Panjangnya ± 5 cm, system perakaran ini ditunjang oleh rimpang yang kuat, sehingga alang-alang sulit dicabut. Rimpang yang tumbuh secara agresif, tumbuhan tahunan (perennial) yang kuat dengan percabangan terbenam dalam tanah (yang panjangnya dapat mencapai 1 m), berdaging, rimpangnya bersisik,
(Steenis, 1958)
 Organ Reproduktiv
1. Bunga (Flos)
Perbungaan berupa bulir majemuk, silindris, spikelet berpasangan, bunga banci.warnanya putih, mudah diterbangkan angin, agak menguncup, panjang 6-28 cm, pada satu tangkai terdapat dua bulir, letak bersusun, yang terletak di atas adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul, panjang anak bulir sekitar 3-4 mm, pada pangkal bulir terdapat rambut alus panjang dan padat, warnanya putih, benang sari seringkali dua, kepala sari putih atau ungu, tangkai putik dua, kepala putik panjang, warna ungu, muncul pada ujung anak bulir(Wijayakusuma, 1993).
2. Buah (Fructus)
Buah berjenis buah bulir, berup bulir-bulir kecil bertangkai pendek tidak berjarum, berpasang-pasangan pada ujung sumbu malai, kedua-duanya bertangkai, pada kaki terdapat rambut-rambut putih mengkilat yang berkarang.Buah yang masak warna coklat, berguna untuk melayang(Steenis, 1958) .
3. Biji (Semen)
Biji jarang, panjang sekitar 1 mm, warnanya coklat tua.Biji yang sudah tua mudah diterbangkan angin, tersebar dan yang akhirnya menjadi tumbuhan baru.
(Steenis, 1958)
C. Habitat
Imperata cylindrica merupakan tumbuhan terna menahun dengan batang rumput yang tidak keras, padat dan pendek, tertutup oleh upih daun.Pada buku-buku berambut jarang.Termasuk tumbuhan berdaun tidak lengkap, terdiri dari upih dan helaian daun.Daun berbentuk pita, tegak, kasar dan berambut jarang, panjang daun 12-80 cm, pada pangkal berambut panjang dengan tulang daun tengah yang lebar dan pucat.Upih daun berwarna putih keunguan.Perbungaan berupa bulir majemuk, warnanya putih muda diterbangkan angin, agak menguncup.Akar berupa rimpang yang kuat menjalar di bawah tanah (Wijayakusuma,1993).
Imperata cylindrica merupakan tanaman kosmopolit,mudah dijumpai pada daerah kering yang cerah sinar matahari, terdapat di 1-2700 m di atas permukaan laut.Imperata cylindrica cepat kering dan mudah terbakar pada musim kemarau dan cepat tumbuh kembali pada musim hujan.
Sifat fisik tanah yang dikehendaki yaitu tanah kapur yang memililik tubuh tanah kering, miskin akan zat hara dan air. Tumbuhan ini menyukai tempat yang memperoleh banyak cahaya dan tidak dapat tumbuh bila mendapat naungan penuh. Meskipun tumbuh pada kisaran tipe tanah dan tingkat kesuburan yang luas, spesies ini tumbuh dengan sehat pada tempat bertanah basah yang tinggi kesuburannya. pH tanah untuk menumbuhkan spesies ini berkisar antara 4.0—7.5. tumbuhan ini juga toleran terhadap kondisi-kondisi panas yang tinggi dan tempat-tempat mengandung sulfur dekat kawah ( Rismunandar, 1986 ).

D. Persebaran
Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembab atau kering. Di tanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu(Wikipedia, 2010).
Alang-alang merupakan tumbuhan asli dari daerah tropis Dunia Lama dan tersebar luas di seluruh kawasan tropis dan sub-tropis Asia Tenggara, Afrika, sub-kontinental India dan Australia. Dalam jumlah yang kecil persebarannya hingga ke Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Persebarannya juga mencapai kawasan beriklim sedang-hangat di New Zealand dan Jepang. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan(Wikipedia, 2010).

E. Budidaya tanamam Imperata cylindrica
sebaiknya lahan alang-alang dapat dimanfaatkan dengan memperbaiki produktivitasnya. Ada beberapa cara pembukaan lahan alang-alang, yaitu :
1. Cara manual
Petani yang mempunyai lahan sempit umumnya menerapkan cara manual. Ditinjau dari segi ekologi, cara ini aman karena tidak mencemari lingkungan dibandingkan penggunaan herbisida. Tujuan cara ini adalah untuk mengendalikan alang-alang dengan memotong pendek rimpang dan menekan pertumbuhannya kembali dengan pengeringan biomassanya diatas permukaan tanah atau dibenamkan jauh ke dalam tanah. Cara ini dilakukan dengan dua cara yaitu dicangkul dan disekop garpu (Adimihardja., dkk, 2005).
2. Cara mekanis
Pembukaan lahan alang-alang cara mekanis dapat dilakukan dengan traktor atau bajak ternak. Beberapa kelemahan dalam penyiapan lahan alang-alang secara mekanis antara lain : pengendalian alang-alang tidak bertahan lama, hanya dapat dilakukan pada lahan dimana traktor atau bajak mungkin dioperasikan (Adimihardja., dkk, 2005).
4. Cara vegetative
Prinsip dasar cara ini memanfaatkan kelemahan alang-alang yang peka terhadap naungan. Sebagai tanaman penutup tanah biasa digunakan tanaman kacang-kacangan (Legume cover crop, LCC) yang merupakan tanaman pioner, kemudian diikuti dengan tanaman tahunan atau tanaman pangan. Jenis leguminosa yang dapat dipakai sebagai tanaman penutup tanah adalah Calopogonium mucunoides, Centrosema pubescens, Pueraria javanica, Psophocarpus palustres, Crotalaria sp, Stylasanthes sp, Mahagonia macrophylla, dan Mucura sp. Tanaman kacang-kacangan penutup tanah dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan alang-alang. Tanaman ini umumnya sangat bermanfaat untuk mencegah alang-alang tumbuh kembali setelah dapat dikendalikan. Untuk menghambat alang-alang, sebaiknya dipilih spesies tanaman yang agresif. Jika tanaman pangan segera ditanam, maka bisa dipilih varietas tanaman penutup tanah yang berumur pendek sekitar 3-4 bulan, misalnya Mucuna sp. Jika diperlukan penutupan tanah dalam jangka waktu lebih lama, selain jenis yang berumur pendek tersebut, bisa dicampur dengan beberapa spesies yang berumur lebih panjang, seperti Centrosema atau Pueraria. Bila terdapat musim kemarau yang jelas, sebaiknya digunakan campuran jenis yang tahan kekeringan (Adimihardja., dkk,2005).

Sebelum tanaman kacang-kacangan penutup tanah ditanam, alang-alang dibabat dan dibongkar akarnya atau diberi herbisida untuk membunuh alang-alang. Keuntungan dengan menggunakan Legume cover crop adalah : meningkatkan bahan organik tanah karena tanaman legum mampu menghasilkan biomassa yang banyak serta berfungsi sebagai pupuk hijau dan mulsa, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan N tanah melalui proses penambatan N dari udara, mengawetkan tanah karena tanaman penutup tanah yang rapat dapat mencegah erosi percikan, melindungi tanah dari sengatan matahari dan mempertahankan kelembaban tanah, serta merupakan pakan ternak dan dapat mengurangi bahaya kebakaran (Adimihardja., dkk, 2005).
4. Cara kimiawi
Penyiapan lahan alang-alang untuk usaha tani tanaman pangan secara kimiawi melalui penggunaan herbisida merupakan alternatif terakhir, bila cara lain tidak efektif menekan pertumbuhan alang-alang dengan tuntas. Pemberian herbisida glufosinat atau glifosat cukup efektif menekan pertumbuhan alang-alang dan gulma sekunder lainnya (Adimihardja., dkk, 2005).
5. Cara kombinasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan lahan secara manual atau mekanis masing-masing mampu mengendalikan populasi alang-alang 38-57%. Sistem tanpa olah tanah atau oleh tanah minimum yang dikombinasikan dengan herbisida, efektif mengendalikan alang-alang tersebut masing-masing 94% dengan kemampuan untuk tumbuh kembali masing-masing 13-14 batang/m2 (Adimihardja., dkk, 2005).

F. Kandungan Kimia Imperata cylindrica
Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan bahwa ada kandungan manitol, glukosa, sakharosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrin, fernenol, simiarenol, anemonin, asam kersik, damar, dan logam alkali. Dengan kandungan-kandungan itu, alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik (meluruhkan kemih), hemostatik (menghentikan pendarahan), dan menghilangkan haus.
Pengobatan Cina tradisional menyebutkan, alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru, lambung, dan usus kecil. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing, alangalang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut dan obat batuk.
Bagian tanaman alang-alang yang bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah rimpang, baik yang segar maupun yang telah dikeringkan. Bahan alang-alang ini bisa diperoleh di toko obat Cina. Kini bahkan sudah tersedia minuman alang-alang instan yang berkhasiat menghilangkan panas dalam. Minuman instan ini bisa diperoleh di toko jamu atau toko obat Cina.
Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini juga berguna untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan pendarahan pada alang-alang dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan pendarahan di dalam(Anonimus,2010).

G. Manfaat Imperata cylindrica
Sudah sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia mengenal dan memakai tanaman bekhasiat obat sebagai salah satu upaya penanggulangan masalah kesehatan.Agar peranan obat tradisional dapat lebih ditingkatkan, perlu didorong upaya pengenalan, penelitian, pengujian dan pengembangan khasiat dan keamanan suatu tanaman obat.
Berdasarkan hasil penelitian-penelitian, diketahui bahwa alang-alang mempunyai sfifat kimiawi dan efek farmakologis sebagai berikut :
Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap.
EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak diinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung(Anonimus,2010).











BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Imperata cylindrica merupakan tanaman menahun yang tumbuh tegak pada daerah kering dan cerah matahari, tergolong sebagai tanaman gulma yang mengganggu bagi tanaman pangan.Daun tidak lengkap, hanya terdiri upih dan helai daun.Daun berbentuk pita, bunga berupa bulir majemuk, batang bulat dan tertutup oleh pelepah daun, akar berupa rimpang yang kuat. Rimpang atau rhizoma merupakan hasil dari modifikasi antar batang dan daun,berguna untuk alat perkembangbiakan,dan tempat menyimpan cadangan makanan.
Alang-alang merupakan tumbuhan asli dari daerah tropis, dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah dan tersebar luas di seluruh kawasan tropis dan sub-tropis Asia Tenggara, Afrika, sub-kontinental India dan Australia. Dalam jumlah yang kecil persebarannya hingga ke Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Persebarannya juga mencapai kawasan beriklim sedang-hangat di New Zealand dan Jepang.
Selain sebagai pakan ruminansia, daun, bunga, dan akar berguna dalam menanggulangi masalah kesehatan,antara lain mimisan, demam, batuk, sesak, darah tinggi, sakit kuning.









DAFTAR PUSTAKA


Adimihardja., dkk. 2005. Teknologi Pengelolaan Lahan Kering. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Bogor.
Anonimus,2010.Blog%20Archive%20»%20Khasiat%20_%20Manfaat%20Akar%20Alang-Alang%20(Imperata%20cylindrica).html.akses 10 November 2010.
Anonimus,2010.http://forum.upi.edu/v3/index.php?PHPSESSID=90ac37ad075cddd832a6c554397f3094&.akses 11 November 2010
Rismunandar. 1986.Mendayagunakan Tanaman Rumput.Bandung : PT.Pradnya Paramita
Steenis,Van.1957.Flora untuk Sekolah di Indonesia. Bandung : PT. Pradnya Paramita.
Titrosoepomo, Gembong.1985.Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Wijayakusuma, Hembing. 1993. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jakarta : Pustaka Kartini
www.wikipedia.com.akses 11 November 2010